▴ZONA INTEGRITAS▴ Tim Perpustakaan Rampungkan Naskah Buku Antologi Puisi Berisi 245 Karya

Gambar : Foto Tim Perpustakaan Rampungkan Naskah Buku Antologi Puisi Berisi 245 Karya
Tanjungpandan (31/10) — Tim Penyusun berhasil menyelesaikan naskah Buku Antologi Puisi berisi 245 karya puisi, Jumat, 31 Oktober 2025. Naskah yang terkumpul terdiri atas 35 karya dari guru dan pegawai, serta 210 karya dari siswa kelas VII A hingga IX D. Buku antologi puisi ini merupakan hasil kolaborasi antara seluruh warga madrasah — mulai dari Kepala Madrasah, Pengawas Madrasah, KAUR TU, bapak/ibu guru, staf TU, hingga para siswa — yang memiliki semangat tinggi dalam dunia literasi dan sastra.
Koordinator Tim penyusun , Sofiyullah, menjelaskan bahwa proses penyusunan buku antologi ini dilakukan secara bertahap, dimulai dari penulisan karya puisi oleh guru, staf, dan siswa; dilanjutkan dengan pengeditan naskah oleh tim penyusun; hingga tahap akhir berupa pengiriman naskah buku antologi puisi ke Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Kanwil Kemenag Babel) untuk diterbitkan.
“Alhamdulillah, seluruh proses penyusunan berjalan lancar. Antologi ini memuat total 245 karya puisi yang menggambarkan beragam ekspresi, tema, dan gaya penulisan. Ini menunjukkan bahwa semangat berkarya di lingkungan madrasah sangat luar biasa,” ujar Sofiyullah.
Ia menambahkan bahwa penyusunan naskah buku antologi puisi ini memerlukan waktu sekitar satu minggu, berkat kerja sama yang solid antar anggota tim.
“Dengan koordinasi yang baik, kami dapat menyelesaikan seluruh proses mulai dari pengumpulan karya hingga pengeditan dalam waktu singkat. Kini naskah sudah kami serahkan ke Kanwil Kemenag Babel untuk proses penerbitan,” tambahnya.
Sementara itu, Kepala Perpustakaan Neni Triana, S.Ag menyampaikan apresiasinya atas kerja keras tim penyusun dan antusiasme para penulis.
“Kami sangat berterimakasih atas partisipasi seluruh warga madrasah. Buku antologi ini bukan hanya kumpulan puisi, tetapi juga cermin semangat literasi yang tumbuh subur di lingkungan sekolah. Semoga karya ini menjadi inspirasi bagi siswa untuk terus menulis dan mencintai sastra,” tutur Neni Triana.
Hal senada juga disampaikan oleh Kepala Madrasah, Yurliana, S.H, yang mengapresiasi keberhasilan tim dalam mewujudkan karya besar ini.
“Terbitnya buku antologi puisi ini merupakan bentuk nyata dari gerakan literasi madrasah. Saya memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada tim penyusun, para guru, staf, dan seluruh siswa yang telah berkontribusi. Semoga karya ini menjadi motivasi untuk terus berkarya dan memperkuat karakter positif melalui dunia sastra,” ungkap Yurliana.
Penerbitan buku antologi puisi ini diharapkan dapat menjadi wadah apresiasi bagi para guru, tenaga kependidikan dan siswa di madrasah, sekaligus memperkuat budaya literasi di lingkungan pendidikan. (Fw)
1.png)




