Solidaritas Jamaah Majelis Taklim Belitung Kirim Ratusan Kilogram Bantuan Korban Bencana di Aceh

Solidaritas Jamaah Majelis Taklim Belitung Kirim Ratusan Kilogram Bantuan Korban Bencana di Aceh

Gambar : Foto Solidaritas Jamaah Majelis Taklim Belitung Kirim Ratusan Kilogram Bantuan untuk Korban Bencana di Aceh


Tanjungpandan (14/12) – Semangat kepedulian ditunjukkan oleh enam kelompok Majelis Taklim di Belitung yang bersatu menggalang dan mengirimkan bantuan untuk korban bencana di Aceh. Keenam majelis taklim yang terlibat dalam aksi ini adalah: Majelis Ta'lim Nurul Huda, Majelis Ta'lim Anni'mah, Majelis Ta'lim Nurul Hidayatullah, Majelis Ta'lim Al Ijtihad, Majelis Ta'lim Manbaul Hidayah, dan Majelis Ta'lim As Syuro Thoiyyibah.

Aksi cepat tanggap ini berhasil menghimpun berbagai kebutuhan mendesak, mulai dari donasi uang tunai hingga logistik dalam jumlah besar.

Dari gerakan kemanusiaan ini, terkumpul donasi uang sejumlah Rp4.454.000,00 (empat juta empat ratus lima puluh empat ribu rupiah). Selain itu, logistik yang berhasil dihimpun meliputi:

Pakaian layak pakai/baru.

Sembako.

Peralatan mandi dan obat-obatan.

Makanan ringan (biskuit).

Popok (pempes).

Kurma, susu, air mineral, cokelat, softek (pembalut wanita), dll.

Ibu-ibu dari enam majelis taklim ini dengan kompak melakukan proses pengemasan (packing). Pakaian layak pakai/baru yang terkumpul diperkirakan mencapai lebih dari 250 kilogram, diluar berbagai kebutuhan logistik lainnya.

Proses pengiriman bantuan dimudahkan berkat dukungan dari pihak ekspedisi JNE yang menyediakan fasilitas bebas biaya kirim (ongkir gratis) untuk bantuan korban bencana di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat.

Sementara itu, donasi uang yang terkumpul disalurkan melalui berbagai saluran resmi yang membuka donasi untuk wilayah Sumatra, di antaranya Kementerian Agama (Kemenag) Pusat, Palang Merah Indonesia (PMI) Aceh, dan Save the Children Indonesia.

Aksi kemanusiaan ini sejalan dengan pesan yang disampaikan oleh Habib Ja'far yang menekankan pentingnya kepedulian berkelanjutan terhadap masyarakat Sumatra. Daerah yang terdampak tidak hanya menghadapi kesulitan logistik dan akses bantuan, tetapi juga masalah kesehatan fisik, trauma, serta rusaknya infrastruktur pascabencana, seperti rumah dan fasilitas umum.

Tantangan terbesar yang dihadapi saat ini adalah mempertahankan konsistensi (istiqomah) dalam membantu, terutama menjelang masa libur panjang dan Tahun Baru di akhir tahun, yang berpotensi menyebabkan menurunnya perhatian publik terhadap situasi bencana.

Penyuluh atapun semua kalangan masyarakat diharapkan dapat mengajak semua pihak, dimulai dari jamaah majelis taklim dan seluruh masyarakat Belitung, untuk terus bergerak aktif dan menjaga semangat dalam memberikan dukungan bagi saudara-saudara yang berada di Sumatra. (NS)




Social media Share this article
Write a Facebook Comment

Komentar dari Facebook

View all comments

Write a comment