▴ZONA INTEGRITAS▴ Perkuat Komitmen Reformasi Birokrasi, Tim Ortala Kanwil Babel Dampingi Pembangunan Zona Integritas

Gambar : Foto Kegiatan Pendampingan dan Penguatan Pembangunan ZI Kemenag Belitung
Tanjungpandan (06/10) – Dalam rangka memperkuat komitmen pelaksanaan reformasi birokrasi dan mewujudkan pemerintahan yang bersih serta berorientasi pelayanan publik, Tim Organisasi dan Tata Laksana (Ortala) Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Kepulauan Bangka Belitung melakukan pendampingan dan penguatan pembangunan Zona Integritas (ZI) di lingkungan Kantor Kementerian Agama Kabupaten Belitung, Senin (6/10/2025).
Kegiatan yang berlangsung di Aula Pusat Layanan Haji dan Umrah Terpadu (PLHUT) Kemenag Belitung ini dihadiri oleh seluruh unsur tim pembangunan Zona Integritas dari berbagai satuan kerja, antara lain Kemenag Belitung, MAN 1 Belitung, dan MTsN 1 Belitung. Hadir pula PLT Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Belitung H. Suyanto, S.Ag., M.E., PLT Kasubbag TU H. Ahmad Tibroni, S.Hi., M.E., serta para pejabat dan pegawai yang terlibat langsung dalam pelaksanaan pembangunan ZI.
Dalam arahannya, PLT Kepala Kantor Kemenag Belitung H. Suyanto menyampaikan ucapan selamat datang dan apresiasi kepada Tim Ortala Kanwil Babel yang terdiri dari Bambang Ari Satria, S.IP., M.Si dan Ardi Wiriyanto, S.H, atas kesediaan mereka memberikan bimbingan langsung kepada satker-satker di Belitung.
“Kami menyampaikan terima kasih kepada tim Ortala Kanwil atas pendampingan ini. Semoga kegiatan ini menjadi momentum penting bagi kami untuk memperkuat komitmen bersama dalam menyukseskan pembangunan Zona Integritas. Kami juga berharap agar pendampingan ini membantu kami menyamakan persepsi dan memahami teknis penyusunan dokumen serta implementasi ZI dengan lebih baik,” ujar Suyanto.
Ia menegaskan bahwa pembangunan Zona Integritas bukan sekadar kewajiban administratif, melainkan upaya perubahan nyata menuju birokrasi yang profesional, transparan, dan melayani masyarakat dengan sepenuh hati.
Sementara itu, Bambang selaku narasumber dari Tim Ortala Kanwil Kemenag Babel memberikan pemaparan mendalam terkait mekanisme pembangunan Zona Integritas, mulai dari tahapan perencanaan, pelaksanaan, hingga evaluasi capaian setiap komponen. Ia juga menjelaskan indikator keberhasilan ZI dan pentingnya kolaborasi lintas bidang agar proses reformasi berjalan optimal.
“Zona Integritas tidak hanya berbicara tentang dokumen atau laporan, tetapi tentang bagaimana seluruh pegawai menanamkan nilai-nilai integritas dalam setiap tindakan dan pelayanan. Budaya kerja yang bersih dan berkomitmen harus menjadi kebiasaan, bukan sekadar slogan,” jelas Bambang.
Dalam paparannya, Bambang juga menyoroti enam area perubahan utama dalam pembangunan Zona Integritas, yaitu manajemen perubahan, penataan tatalaksana, penataan manajemen SDM, penguatan akuntabilitas, penguatan pengawasan, serta peningkatan kualitas pelayanan publik.
“Kunci utama keberhasilan ZI terletak pada komitmen pimpinan dan seluruh pegawai. Ketika semua bergerak dengan semangat yang sama, maka predikat WBK dan WBBM bukan hal yang sulit dicapai,” tambahnya.
Kegiatan dilanjutkan dengan sesi diskusi dan tanya jawab antara peserta dan tim Ortala. Berbagai pertanyaan dan kendala teknis dari masing-masing satker dibahas secara terbuka untuk menemukan solusi yang tepat. Suasana berlangsung aktif dan produktif, menunjukkan antusiasme tinggi para peserta dalam memahami dan mengimplementasikan prinsip-prinsip Zona Integritas di lingkungan kerja masing-masing.
Di akhir kegiatan, Tim Ortala mengajak seluruh peserta untuk menjadikan pendampingan ini sebagai langkah nyata dalam menanamkan nilai-nilai integritas, profesionalitas, dan pelayanan prima.
Melalui kegiatan pendampingan ini, diharapkan seluruh satuan kerja di lingkungan Kemenag Kabupaten Belitung dapat semakin siap dalam memenuhi komponen pembangunan Zona Integritas menuju Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) dan Wilayah Birokrasi Bersih Melayani (WBBM).
Kemenag Belitung berkomitmen terus menumbuhkan budaya kerja yang transparan, akuntabel, serta meningkatkan kualitas pelayanan publik sebagai bagian dari upaya mewujudkan Kemenag yang bersih, efektif, dan berintegritas. (Ng)
1.png)




