▴ZONA INTEGRITAS▴ MTsN 1 Belitung Gelar Bimbingan Teknis Profesionalisme Guru dan Implementasi Kurikulum Cinta

Gambar : Foto Bimbingan Teknis Profesionalisme Guru dan Implementasi Kurikulum Cinta MTsN 1 Belitung
Tanjungpandan (26/10) – Dalam rangka meningkatkan kualitas dan semangat guru dalam menjalankan tugas pendidik, MTsN 1 Belitung menyelenggarakan kegiatan Bimbingan Teknis Profesionalisme Guru dan Implementasi Kurikulum Cinta: Mengajar dengan Hati, Mendidik dengan Jiwa pada Sabtu, 25 Oktober 2025, bertempat di Laboratorium KIPA MTsN 1 Belitung.
Kegiatan ini dihadiri oleh Kasi Penmad, Ketua Pokjawas, Pengawas Madrasah, Kepala MTsN 1 Belitung, Kepala TU, serta seluruh dewan guru MTsN 1 Belitung.
Acara dibuka secara resmi oleh Plt. Kasubbag TU Kantor Kemenag Kabupaten Belitung, Ahmad Thibroni, S.HI., M.E. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan apresiasi atas inisiatif MTsN 1 Belitung yang terus berupaya meningkatkan kapasitas dan profesionalisme guru.
“Guru madrasah memiliki peran besar dalam membentuk karakter generasi bangsa. Profesionalisme harus berjalan seiring dengan ketulusan hati dalam mendidik. Mengajar bukan sekadar menyampaikan materi, tetapi membangun jiwa dan akhlak peserta didik,” ungkapnya.
Sementara, Kepala MTsN 1 Belitung, Yurliana, S.H., dalam sambutannya menyampaikan apresiasi kepada seluruh guru yang telah mengikuti kegiatan ini dengan penuh semangat.
“Kegiatan ini bukan sekadar pelatihan, tetapi momentum untuk meneguhkan kembali jati diri kita sebagai pendidik madrasah. Mari kita jadikan cinta sebagai ruh dalam setiap langkah mengajar, karena dari hati yang tulus akan lahir generasi yang berakhlak dan berilmu,” ujarnya penuh makna.
Bimbingan teknis ini menghadirkan dua narasumber, yaitu Nurmala Sinta, S.Pd., M.Sc dan Ahmad Thibroni, S.HI., M.E.
Dalam paparannya, Nurmala Sinta, S.Pd., M.Sc menyampaikan materi Implementasi Kurikulum Cinta, yang menekankan pentingnya pendekatan humanis dan spiritual dalam proses belajar mengajar.
“Kurikulum Cinta mengajarkan kita untuk memandang siswa bukan sekadar objek belajar, tetapi sebagai individu yang perlu dirangkul, didengar, dan ditumbuhkan potensinya dengan hati. Mengajar dengan cinta berarti menjadikan setiap kelas sebagai ruang kasih dan pembentukan akhlak,” tuturnya.
Sedangkan dalam sesi berikutnya, Ahmad Thibroni, S.HI., M.E menyampaikan materi Profesionalisme Guru, dengan menekankan pentingnya integritas dan semangat belajar berkelanjutan.
“Profesionalisme guru bukan hanya tentang kemampuan mengajar, tetapi juga tentang kesadaran diri sebagai panutan moral dan teladan bagi peserta didik. Guru profesional adalah guru yang terus belajar, disiplin, dan bekerja dengan niat ibadah,” jelasnya.
Seluruh guru MTsN 1 Belitung mengikuti kegiatan dengan antusias dan berpartisipasi aktif dalam diskusi. Mereka berharap kegiatan seperti ini dapat terus dilakukan sebagai sarana penguatan karakter dan peningkatan mutu guru madrasah. (Fw)
1.png)




