▴ZONA INTEGRITAS▴ MIN 1 Belitung Gelar Doa Bersama untuk Zira, Humaira, dan Muhammad Soleh

Gambar : Foto Doa Bersama untuk Zira, Humaira, dan Muhammad Soleh MIN 1 Belitung
Tanjungpandan (3/10) – Suasana haru menyelimuti halaman Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 1 Belitung saat seluruh siswa, guru, dan pegawai menggelar doa bersama pada Jumat (3/10). Doa dipanjatkan untuk tiga anak Belitung yang sedang dirundung musibah.
Doa bersama ditujukan bagi Zira Aprillia binti Muhammad Haris, siswi kelas VI MIN 1 Belitung Timur yang hingga kini belum ditemukan usai tenggelam di perairan Pantai Menara Beltim pada Minggu (28/9). Selain itu, doa juga dipanjatkan untuk mendiang Sahira Humaira binti Hengki, siswi kelas IV MIN 1 Beltim yang meninggal di pantai yang sama, serta almarhum Muhammad Soleh bin H. Abdurrahman, santri asal Belitung di Pondok Pesantren Al-Khoziny, Sidoarjo, yang wafat pada Senin (29/9).
Kegiatan doa bersama dipimpin oleh Mimbar Fauzi, S.Pd, dengan diawali pembacaan Surat Yasin oleh Nugraha Fadlani, S.Pd. Seluruh peserta mengikuti jalannya acara dengan khidmat, penuh rasa duka sekaligus harapan.
Kepala MIN 1 Belitung, Meri Satia Marlina, S.Pd.I, menyampaikan bahwa doa bersama ini merupakan bentuk kepedulian dan simpati keluarga besar madrasah terhadap musibah yang menimpa siswa dan putra daerah Belitung.
“Melalui doa bersama ini, kami berharap pencarian terhadap ananda Zira mendapat kemudahan hingga segera ditemukan. Untuk almarhumah Sahira dan almarhum Muhammad Soleh, semoga Allah SWT menempatkan mereka di tempat terbaik-Nya, serta memberikan ketabahan bagi keluarga yang ditinggalkan,” ujarnya.
Lebih lanjut, Meri menegaskan bahwa setiap musibah merupakan kehendak Allah SWT. Oleh karena itu, sebagai umat Islam, sudah sepatutnya saling mendoakan, saling menguatkan, dan menjadikan musibah ini sebagai pelajaran untuk semakin mendekatkan diri kepada Allah SWT.
Kegiatan doa bersama ini tidak hanya menjadi wujud solidaritas, tetapi juga menumbuhkan empati, persaudaraan, dan semangat kebersamaan antarwarga madrasah dan masyarakat Belitung. (Hl)
1.png)




