KUA Badau Gelar BRUS di SMPN 2 Sungai Samak: Bekali Life Skill & Edukasi Pencegahan Pernikahan Dini

KUA Badau Gelar BRUS di SMPN 2 Sungai Samak: Bekali Life Skill & Edukasi Pencegahan Pernikahan Dini

Gambar : Foto Kegiatan KUA Badau Gelar BRUS di SMPN 2 Sungai Samak


Badau (6/11) — Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Badau kembali menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan ketahanan remaja melalui program Bimbingan Remaja Usia Sekolah (BRUS). Kegiatan ini dilaksanakan di SMP Negeri 2 Sungai Samak, Kecamatan Badau, dengan melibatkan 150 pelajar dalam satu angkatan. Program ini terselenggara berkat kerja sama antara KUA Badau dan pihak sekolah.

BRUS merupakan program Seksi Bimbingan Masyarakat Islam yang bertujuan membekali para remaja dengan kecakapan hidup (life skill), memberikan pemahaman tentang pentingnya menunda usia perkawinan, serta mengedukasi mengenai bahaya perkawinan anak.

Kepala KUA Badau, H. Absarihim, yang membuka kegiatan tersebut, menegaskan pentingnya pendampingan terhadap generasi muda. Ia mengajak para guru dan peserta didik untuk memahami bahwa remaja harus dipersiapkan menjadi pribadi yang kokoh secara iman serta memiliki ideologi kebangsaan yang kuat.

“Ini dalam rangka membentuk ketahanan remaja. Ketahanan apa? Seorang mukmin yang kuat lebih disukai Allah daripada mukmin yang lemah,” ujar H. Absarihim dalam sambutannya.

Lebih lanjut beliau menekankan bahwa para pelajar saat ini adalah calon pemimpin masa depan. Melalui BRUS, para siswa dapat memahami bahwa batas minimal usia pernikahan secara hukum adalah 19 tahun, sehingga kesiapan mental, emosional, dan spiritual menjadi sangat penting sebelum memasuki kehidupan rumah tangga.

“Diharapkan kita dapat mencegah perkawinan usia dini. Anak-anakku semua harus mempersiapkan diri jika suatu hari ingin berumah tangga,” tambahnya.

Dalam pelaksanaannya, kegiatan ini dipandu oleh para fasilitator profesional dari Penyuluh Agama Islam yang telah tersertifikasi, yaitu Fikri, S.Ag., Karyawati, S.Ag., Hj. Suryani, S.Ag., dan Nuzlagadanta, S.Sos. Melalui sesi pemaparan, diskusi interaktif, serta berbagai game edukatif, para remaja dibimbing untuk membentuk konsep diri yang sehat, mengenali potensi diri, serta memahami kelebihan dan kekurangan masing-masing.

Peserta juga mendapatkan edukasi mengenai berbagai problematika remaja, seperti seks pranikah, perilaku seksual yang tidak sesuai nilai moral, kehamilan tidak diinginkan, narkoba, bullying, hingga geng remaja negatif. Dengan pemahaman ini, diharapkan remaja mampu mengambil keputusan yang tepat dan menghindari risiko perilaku menyimpang.

Salah satu materi menarik adalah pembelajaran Jembatan Harapan, di mana peserta diajak menyusun langkah untuk mencapai cita-cita yang realistis dan bermanfaat. Mereka dilatih menggali potensi diri, minat, bakat, dan karakter positif sebagai modal pembangunan masa depan.

Kegiatan BRUS di SMPN 2 Sungai Samak mendapat apresiasi tinggi dari pihak sekolah dan peserta. Program ini dianggap mampu memberikan wawasan baru, memperkuat karakter remaja, serta meningkatkan kesadaran akan pentingnya menunda usia perkawinan demi masa depan yang lebih cerah. (Abs)




Social media Share this article
Write a Facebook Comment

Komentar dari Facebook

View all comments

Write a comment