▴ZONA INTEGRITAS▴ Kemenag RI Tingkatkan Kompetensi ASN dan Penyuluh Lewat Bimtek Literasi Digital Berbasis AI

Gambar : Foto Bersama Kegiatan Bimtek Literasi Digital Berbasis AI
Tanjungpandan (3/10) — Dalam menghadapi tantangan era digital yang semakin pesat, Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam (Ditjen Bimas Islam) Kementerian Agama Republik Indonesia menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) Literasi Digital Berbasis Artificial Intelligence (AI) di Hotel Swiss-Belresort, Kabupaten Belitung. Kegiatan ini berlangsung selama tiga hari, mulai Rabu hingga Jumat (1–3 Oktober 2025), dan diikuti oleh puluhan peserta yang terdiri atas penyuluh agama Islam, pejabat struktural, dan staf Kemenag dari Kabupaten Belitung dan Belitung Timur.
Bimtek ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi digital ASN dan penyuluh agama dalam memanfaatkan teknologi informasi berbasis kecerdasan buatan (AI), terutama dalam mendukung tugas-tugas pelayanan keagamaan, penyuluhan, dan administrasi publik yang efektif, transparan, serta berorientasi pada pelayanan umat.
Kegiatan dibuka secara resmi oleh Kasubdit Bina Penyuluh Agama Islam Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kementerian Agama RI, Dr. H. Jamaluddin M. Marki, Lc., M.Si. Dalam sambutannya, ia menyampaikan apresiasi yang tinggi kepada Ditjen Bimas Islam atas terselenggaranya kegiatan ini di Kabupaten Belitung.
“Kegiatan ini merupakan langkah strategis dalam memperkuat literasi digital di lingkungan Kementerian Agama. Penyuluh dan ASN harus mampu mengikuti perkembangan zaman, memanfaatkan teknologi secara bijak, dan menggunakan AI untuk mendukung efektivitas pelayanan keagamaan,” ujar Suyanto.
Turut hadir mendampingi, Plt. Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Belitung H. Suyanto, S.Ag., M.E dan Plt. Kasubbag Tata Usaha Kemenag Belitung, H. Ahmad Tibroni, S.H.I., M.E., serta Kepala Kemenag Kabupaten Belitung Timur, H. Suparhun. Dari Kantor Wilayah Kemenag Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, hadir pula Kasi Bimas Islam, H. Abdul Rohim, M.H., bersama tim pendamping yang memberikan dukungan teknis selama kegiatan berlangsung.
Selama tiga hari pelaksanaan, peserta mendapatkan pembekalan materi dari Ali Rif’an, Direktur Eksekutif Arus Survei Indonesia sekaligus dosen FISIP UIN Syarif Hidayatullah Jakarta.
Dalam sesinya yang bertajuk “Literasi Digital Kritis di Era Disrupsi Teknologi”, Ali Rif’an mengajak para peserta untuk memahami pentingnya berpikir kritis dalam mengonsumsi informasi digital serta mengenali potensi dan risiko penggunaan kecerdasan buatan di bidang keagamaan dan sosial kemasyarakatan.
“AI bukan untuk menggantikan peran manusia, tetapi untuk memperkuat kemampuan kita dalam menganalisis data, menyampaikan pesan dakwah yang tepat sasaran, dan meningkatkan efisiensi pelayanan publik,” jelasnya.
Selain sesi materi utama, kegiatan juga diisi dengan praktik pemanfaatan aplikasi digital berbasis AI, pelatihan pembuatan konten keagamaan kreatif, serta simulasi analisis media sosial untuk mendukung kegiatan penyuluhan. Peserta aktif berdiskusi, berbagi pengalaman, dan menunjukkan antusiasme tinggi terhadap penerapan teknologi dalam tugas mereka.
Melalui kegiatan ini, Ditjen Bimas Islam berharap para peserta dapat menjadi agen literasi digital di lingkungan Kemenag, yang mampu menyebarluaskan pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh kepada rekan kerja di satuan kerja masing-masing.
“Kami ingin setiap peserta menjadi pionir perubahan di era digital ini, membawa semangat inovasi dan kolaborasi berbasis teknologi untuk kemajuan pelayanan keagamaan,” tambah Ali Rif’an menutup paparannya.
Bimtek kemudian ditutup dengan evaluasi, serta foto bersama seluruh peserta dan panitia. Kegiatan ini meninggalkan kesan positif sekaligus semangat baru bagi ASN dan penyuluh agama di Kabupaten Belitung dan Belitung Timur untuk terus beradaptasi dan berinovasi dalam pelayanan berbasis digital. (Nrl)
1.png)




