Kemenag Belitung Inisiasi Temu Konsultasi Early Warning System untuk Pencegahan Konflik Keagamaan

Kemenag Belitung Inisiasi Temu Konsultasi Early Warning System untuk Pencegahan Konflik Keagamaan

Gambar : Foto Kegiatan Temu Konsultasi “Early Warning System” untuk Pencegahan Konflik Keagamaan


Tanjungpandan (30/10) — Kantor Kementerian Agama Kabupaten Belitung melalui Seksi Bimbingan Masyarakat (Bimas) Islam menyelenggarakan kegiatan Temu Konsultasi Pencegahan Konflik “Early Warning System” (EWS).

Kegiatan ini menjadi langkah awal yang penting dan proaktif dalam upaya menjaga kerukunan umat beragama serta stabilitas sosial di wilayah Kabupaten Belitung.

Acara dibuka secara resmi oleh Plt. Kepala Kankemenag Kabupaten Belitung, H. Suyanto, S.Ag., M.E., di hadapan peserta yang terdiri atas penghulu, penyuluh agama Islam, serta staf Kantor Urusan Agama (KUA) dari seluruh kecamatan di Belitung.

Dukungan penuh juga diberikan oleh Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, yang diwakili oleh H. Abdul Rohim, S.Ag., M.H., selaku Kepala Bidang Bimas Islam, bersama Bapak Indra Ethana, S.E. selaku Penelaah Teknis Kebijakan.

Dalam paparannya, H. Abdul Rohim menekankan pentingnya peran Penghulu dan KUA sebagai aktor utama (muharrik sejati) dalam implementasi sistem peringatan dini konflik keagamaan.

“Mereka adalah garda terdepan yang paling memahami kondisi sosial masyarakat, sehingga memiliki posisi strategis dalam melakukan deteksi dan pencegahan dini terhadap potensi konflik,” ujarnya.

Materi dilanjutkan oleh Indra Ethana, S.E., yang membahas mekanisme kerja EWS secara teknis dan langkah-langkah koordinatif yang perlu dibangun antara Kemenag, pemerintah daerah, dan aparat keamanan dalam menjaga keharmonisan masyarakat.

Salah satu poin utama yang ditekankan dalam kegiatan ini adalah pentingnya sinergi antarinstansi.

“Sinergi antara penghulu, penyuluh, pemerintah daerah, dan aparat keamanan menjadi kunci utama keberhasilan Early Warning System,” tegas narasumber.

Dengan adanya sistem ini, diharapkan potensi konflik sosial yang berdimensi keagamaan dapat terdeteksi sejak dini, sehingga dapat dilakukan langkah-langkah preventif secara cepat dan tepat.

Kegiatan temu konsultasi ini diharapkan mampu menjadi bekal pengetahuan dan keterampilan teknis bagi seluruh peserta agar lebih siap siaga dalam mengidentifikasi, menganalisis, dan menindaklanjuti setiap gejala sosial di masyarakat.

Dengan demikian, kerukunan umat beragama di Kabupaten Belitung dapat terus terjaga dan menjadi fondasi kokoh bagi kehidupan sosial yang damai dan harmonis. (Nrl)




Social media Share this article
Write a Facebook Comment

Komentar dari Facebook

View all comments

Write a comment