▴ZONA INTEGRITAS▴ Kemenag Belitung Hadiri Tablig Akbar Peringatan Hari Perjuangan Rakyat Belitung

Gambar : Foto Kemenag Belitung Hadiri Tablig Akbar Peringatan Hari Perjuangan Rakyat Belitung
Tanjungpandan (26/11) — Dalam rangka memperingati Hari Perjuangan Rakyat Belitung, Pemerintah Daerah Belitung menggelar kegiatan Tablig Akbar dengan tema “Meneladani Semangat Perjuangan untuk Memperkokoh Keimanan dan Kedamaian dalam Kerangka Islam Rahmatan Lil ‘Alamin.” Acara ini dilaksanakan pada Rabu, 26 November 2025, bertempat di Gedung Nasional Tanjungpandan dan dihadiri oleh ratusan jamaah, tokoh agama, dan unsur Forkopimda.
Mewakili Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Belitung, hadir Plt. Kasubbag Tata Usaha Kemenag Belitung, H. Ahmad Tibroni, S.Hi., M.E. Kehadirannya menjadi bentuk dukungan Kemenag terhadap agenda keagamaan yang bertujuan memperkuat nilai toleransi, persaudaraan, dan semangat persatuan masyarakat Belitung.
Dalam sambutannya, panitia penyelenggara menyampaikan bahwa tema kegiatan ini dipilih sebagai refleksi atas perjalanan masyarakat Belitung yang penuh perjuangan dalam mempertahankan kemerdekaan, sekaligus momentum untuk memperkuat kembali nilai spiritual, sosial, dan kebangsaan melalui ajaran Islam yang damai dan moderat.
Acara semakin khidmat dengan lantunan ayat suci Al-Qur’an, shalawat, serta ceramah agama yang membahas pentingnya umat Islam meneladani perjuangan para pahlawan dengan meningkatkan akhlak, solidaritas sosial, serta menjaga harmoni antarumat beragama.
Plt. Kasubbag TU Kemenag Belitung menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan kegiatan tersebut. Menurutnya, tablig akbar bukan hanya sarana mempererat silaturahmi, tetapi juga menjadi media penguatan pemahaman agama yang inklusif dan sejalan dengan prinsip moderasi beragama.
“Peringatan ini mengingatkan kita bahwa perjuangan masa lalu tidak hanya dilanjutkan dengan tenaga dan senjata, namun melalui pendidikan akhlak, persatuan, dan pelayanan umat. Semangat Islam Rahmatan lil ‘Alamin harus terus kita jaga untuk menghadirkan kedamaian di tengah masyarakat,” ujarnya.
Kegiatan ditutup dengan doa bersama untuk keselamatan bangsa, kesejahteraan masyarakat Belitung, serta keberkahan dalam menjalankan kehidupan beragama yang penuh toleransi dan persatuan. (Ng)
1.png)




