Kemenag Belitung Dorong Program Bimwin dan BRUS untuk Cegah Stunting dari Hulu

Kemenag Belitung Dorong Program Bimwin dan BRUS untuk Cegah Stunting dari Hulu

Gambar : Foto kegiatan Monev Pelaksanaan Aksi Konvergensi Percepatan Penurunan Stunting di Kabupaten Belitung Tahun 2025


Tanjungpandan (14/10) — Pemerintah Kabupaten Belitung bersama Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung menggelar kegiatan Monitoring dan Evaluasi (Monev) pelaksanaan aksi konvergensi percepatan penurunan stunting di Hotel La Lucia, Tanjungpandan, Selasa (14/10/2025).

Kegiatan ini menyoroti pentingnya peningkatan sosialisasi kepada masyarakat, terutama terkait pola makan dan pola asuh, yang berdasarkan hasil evaluasi menjadi penyebab utama terjadinya kasus stunting di Kabupaten Belitung.

Sebanyak 35 peserta hadir dalam kegiatan Monev ini, terdiri atas perwakilan dari lima unsur TPPS, yaitu Tim Pendamping Keluarga (TPK), unsur Kelurahan, Kecamatan, Kabupaten, dan Provinsi. Tim Monev dari Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung turut hadir secara langsung untuk melakukan evaluasi terhadap efektivitas program yang telah dijalankan di tingkat kabupaten.

Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Belitung menunjukkan komitmen aktif dalam upaya percepatan penurunan stunting melalui pendekatan edukatif berbasis keluarga dan remaja. Dalam kegiatan ini, Kemenag diwakili oleh Nurul Wakidah dari Seksi Bimbingan Masyarakat Islam (Bimas Islam).

Dalam diskusi terungkap, Kemenag berfokus pada pencegahan stunting dari hulu, dengan memperkuat edukasi pranikah dan pembinaan remaja agar calon orang tua memiliki kesiapan pengetahuan, sikap, dan keterampilan dalam membangun keluarga sehat.

“Dari data yang kami miliki, faktor terbesar penyebab stunting di Belitung adalah pola makan dan pola asuh. Maka, sosialisasi yang masif dan terarah menjadi kunci utama dalam intervensi pencegahan,” ujar perwakilan TPPS Kabupaten Belitung.

Kemenag Belitung terus menggencarkan dua program unggulan yang menjadi langkah nyata dalam pencegahan stunting sejak dini, yakni Bimbingan Perkawinan (Bimwin) dan Bimbingan Remaja Usia Sekolah (BRUS).

Program ini wajib diikuti oleh setiap calon pengantin (Catin). Dalam kegiatan Bimwin, peserta mendapatkan edukasi komprehensif mengenai gizi prakonsepsi, kesehatan reproduksi, 1000 Hari Pertama Kehidupan (HPK), serta pola asuh anak yang efektif. Dengan bekal pengetahuan tersebut, calon pasangan diharapkan siap membangun keluarga yang sehat dan berkualitas.

Program ini menyasar para remaja di tingkat madrasah dan sekolah menengah untuk memberikan pemahaman tentang pentingnya kesehatan, gizi, dan kesiapan menjadi orang tua di masa depan. Kegiatan BRUS dilaksanakan oleh penyuluh agama Islam di KUA bekerja sama dengan madrasah di bawah naungan Kemenag serta sekolah umum di luar naungan Kemenag.

Kehadiran perwakilan Kemenag dalam kegiatan Monev ini menunjukkan sinergi kuat antarinstansi dalam menurunkan angka stunting di Belitung. Melalui pendekatan dari hulu—yakni pembinaan remaja dan calon pasangan suami istri—diharapkan dapat tercipta keluarga yang sadar gizi, berpengetahuan, dan siap membesarkan anak dengan baik.

Dengan komitmen lintas sektor dan dukungan aktif dari seluruh pihak, pemerintah optimistis angka stunting di Kabupaten Belitung dapat terus ditekan, sejalan dengan target nasional penurunan prevalensi stunting. (Nrl)




Social media Share this article
Write a Facebook Comment

Komentar dari Facebook

View all comments

Write a comment