▴ZONA INTEGRITAS▴ Dinas Kesehatan dan Kemenag Belitung Sinergi Gelar Bimtek PHBS di Pesantren

Gambar : Foto Kegiatan Dinas Kesehatan dan Kemenag Belitung Sinergi Gelar Bimtek PHBS di Pesantren
Tanjungpandan (13/10) — Dalam upaya meningkatkan kesadaran dan penerapan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) di lingkungan pesantren, Dinas Kesehatan Kabupaten Belitung bekerja sama dengan Kantor Kementerian Agama Kabupaten Belitung menyelenggarakan Bimbingan Teknis (Bimtek) PHBS di Pondok Pesantren se-Kabupaten Belitung.
Kegiatan yang berlangsung mulai Senin, 6 Oktober 2025, ini digelar secara bergiliran di sembilan pondok pesantren, yakni Pondok Pesantren At-Taqwa, Dhiya’ul Qur’an, An Nawawi, Muqorrobin, Fajrul Islam, Imam Syafi’i, Madinah El-Wihdah, Baitul Qur’an, dan Daarul Arofah.
Bimtek ini bertujuan menanamkan kebiasaan hidup sehat di kalangan santri, mencakup kebersihan diri dan lingkungan, pengelolaan sampah, serta edukasi gizi seimbang melalui program Isi Piringku.
Dalam sambutannya, Desi Yanti, S.E., selaku Ketua Tim Kerja Promkes dan Pemberdayaan Masyarakat Dinas Kesehatan Kabupaten Belitung, menyampaikan bahwa penerapan PHBS di lingkungan pesantren sangat penting untuk menciptakan lingkungan belajar yang sehat dan bebas penyakit.
“Kita ingin pesantren menjadi lingkungan yang bersih, sehat, dan nyaman, bebas asap rokok, serta terbebas dari penyakit seperti diare, penyakit kulit, dan penyakit menular lainnya. Melalui pembiasaan PHBS, santri dapat belajar dengan lebih nyaman dan berprestasi,” ujar Desi.
Ia juga menambahkan bahwa kegiatan ini akan berkelanjutan melalui Lomba PHBS Pondok Pesantren dan peluncuran Pos Kesehatan Pesantren (Poskestren) sebagai tindak lanjut program pembinaan kesehatan santri.
Sementara itu, mewakili Plt. Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Belitung, Kasi Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren Hj. Marlina, S.H.I., yang hadir bersama Robiana dan Desi Ristarina, S.Pd.I., menyampaikan apresiasi atas sinergi antara Dinas Kesehatan dan Kemenag Belitung.
“Kami menyambut baik dan mendukung penuh kegiatan kolaboratif ini. Pembinaan kesehatan di pesantren adalah bagian penting dalam membentuk santri yang sehat, tangguh secara spiritual, intelektual, dan sosial,” tutur Hj. Marlina.
Selama kegiatan, para santri dan pendamping mendapatkan pembekalan dari narasumber Dinas Kesehatan Kabupaten Belitung.
Materi yang disampaikan antara lain:
• Kesehatan Reproduksi Remaja oleh bidan Huzini,
• Kesehatan Lingkungan oleh Ibu Septi, dan
• PHBS serta Isi Piringku di Pesantren oleh Desi Yanti, S.E.
Para santri terlihat antusias dan aktif berdiskusi dengan narasumber. Mereka tidak hanya memperoleh ilmu baru, tetapi juga kesempatan untuk berbagi pengalaman seputar kesehatan di lingkungan pesantren.
Melalui kegiatan ini, diharapkan para santri dan pengelola pesantren dapat menjadi pelopor penerapan PHBS serta agen perubahan perilaku sehat di lingkungannya masing-masing. Dengan begitu, budaya hidup bersih dan sehat dapat tumbuh menjadi bagian dari keseharian santri di Kabupaten Belitung — menuju pesantren yang sehat, bersih, dan berprestasi. (Ng)
1.png)




