▴ZONA INTEGRITAS▴ Menguatkan Zona Integritas, Kemenag Babel Gelar Bedah Kamus LKE PMPZI Secara Virtual

Gambar : Foto Kemenag Babel Gelar Bedah Kamus LKE PMPZI Secara Virtual
Tanjungpandan (6/2) — Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Kepulauan Bangka Belitung menggelar kegiatan strategis Bedah Kamus LKE PMPZI Area Manajemen Perubahan pada Jumat, (6/2/2026). Kegiatan yang berlangsung secara daring melalui Zoom Meeting ini diikuti oleh jajaran Kementerian Agama di kabupaten/kota serta madrasah negeri se-Bangka Belitung dari lokasi masing-masing.
Kegiatan ini dilaksanakan sebagai tindak lanjut Surat Plt. Kepala Kanwil Kemenag Babel terkait Program Ortala Setempoh 2026 (Sinergi Tata Kelola, Mentoring Penguatan Organisasi Handal). Tujuannya adalah menyelaraskan pemahaman tentang indikator dan evidence dalam Lembar Kerja Evaluasi (LKE) PMPZI, sekaligus mengidentifikasi kesenjangan pemenuhan bukti dukung pada setiap area perubahan pembangunan Zona Integritas.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Tim PMPZI Kanwil Kemenag Babel, Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Belitung, H. Suyanto, S.Ag., M.E., Kasubbag Tata Usaha, H. Ahmad Tibroni, S.HI., M.E., para Kepala Seksi di lingkungan Kemenag Kabupaten/Kota, serta para Kepala MAN dan MTsN yang mengikuti kegiatan melalui Zoom dari kantor dan satuan kerja masing-masing. Kehadiran mereka menunjukkan komitmen bersama dalam memperkuat tata kelola dan reformasi birokrasi di lingkungan Kemenag.
Kegiatan dibagi ke dalam tiga sesi sesuai jadwal yang telah ditetapkan, berlangsung mulai pukul 08.30 hingga 15.00 WIB. Setiap sesi dipandu oleh PIC berbeda, yakni Bambang Ari Satria, Vitta Damayanti, dan Suratmi, dengan format diskusi interaktif serta pendampingan teknis.
Plt. Kepala Kanwil Kemenag Babel, H. Pril Marori, ST., M.M., menegaskan bahwa Bedah Kamus LKE PMPZI ini sangat penting untuk memastikan setiap satuan kerja memiliki pemahaman yang sama dalam membangun Zona Integritas menuju predikat Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) dan Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM).
Selain menerima penjelasan teknis, peserta juga berdiskusi mengenai tantangan lapangan, praktik baik yang sudah berjalan, serta strategi pemenuhan evidence yang lebih sistematis dan berkelanjutan.
Melalui kegiatan ini, Kanwil Kemenag Babel berharap seluruh satker semakin solid, akuntabel, dan berorientasi pada pelayanan publik yang profesional, transparan, serta bebas dari praktik korupsi. (Sya)
1.png)




