Kemenag Belitung Gandeng SLB Negeri Tanjungpandan dan IKPDB Latih Pegawai Bahasa Isyarat
Tanjungpandan — Dalam upaya mewujudkan pelayanan publik yang inklusif dan ramah disabilitas, Kantor Kementerian Agama Kabupaten Belitung bekerja sama dengan SLB Negeri Tanjungpandan dan Ikatan Keluarga Penyandang Disabilitas Belitung (IKPDB) menggelar Pelatihan Sensitivitas Disabilitas bertema “Mewujudkan Pelayanan Inklusif: Mengenal Bahasa Isyarat (BISINDO)” pada Kamis (22/10/2026). Kegiatan yang berlangsung di ruang rapat Kemenag Belitung ini bertujuan meningkatkan kemampuan pegawai dan petugas pelayanan publik dalam berkomunikasi dengan penyandang disabilitas, khususnya teman tuli.
Pelatihan tersebut dihadiri Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Belitung, H. Suyanto, S.Ag., M.E., Plt. Kasi Pendidikan Madrasah Hj. Marlina, S.H.I., Kasi PAI Muhammad Fiqkih Sharendra, S.A.P., M.M., PIC Pelayanan Publik Ramah Kelompok Rentan Syarah Oktrissyanti, S.I.Kom., M.M., petugas Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP), serta perwakilan seluruh seksi. Kegiatan ini merupakan bagian dari evaluasi dan komitmen Kemenag Belitung dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik yang memperhatikan kebutuhan kelompok rentan.
Dalam sambutannya, Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Belitung, H. Suyanto, menyampaikan apresiasi kepada SLB Negeri Tanjungpandan dan IKPDB atas kolaborasi dalam mendukung pelayanan bagi kelompok rentan. Ia berharap pelatihan tersebut menjadi bekal bagi seluruh pegawai untuk memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. “Terima kasih kepada tim IKPDB dan SLB yang telah mendukung pelayanan kelompok rentan. Jangan pernah lelah untuk memberikan pelayanan terbaik. Semoga kegiatan ini bermanfaat bagi peningkatan layanan Kemenag kepada masyarakat,” ujarnya.
Kepala SLB Negeri Tanjungpandan, Rhama Diniati, S.Pd., M.Pd., menekankan pentingnya penguasaan bahasa isyarat sebagai sarana komunikasi dengan penyandang disabilitas rungu. Ia berharap pelatihan ini dapat ditindaklanjuti melalui kerja sama berkelanjutan dan praktik langsung di lingkungan pelayanan publik. Kemampuan berkomunikasi menggunakan bahasa isyarat perlu terus dilatih agar petugas mampu memberikan layanan yang lebih responsif terhadap kebutuhan teman tuli.
Materi pelatihan disampaikan oleh Junita Al Fora, S.Pd., bersama Arlisa, alumni SLB tunarungu yang kini telah bekerja. Peserta diperkenalkan dengan Bahasa Isyarat Indonesia (BISINDO) dan diajak memahami pentingnya komunikasi yang tepat dengan teman tuli. Seluruh peserta juga mengikuti praktik memperkenalkan diri menggunakan bahasa isyarat dengan menyebutkan nama masing-masing, dilanjutkan sesi tanya jawab dan kuis untuk memperkuat pemahaman.
Melalui kolaborasi dengan SLB Negeri Tanjungpandan dan IKPDB, Kemenag Belitung berharap keterampilan bahasa isyarat dapat diterapkan secara berkelanjutan dalam pelayanan sehari-hari. Pelatihan ini menjadi langkah nyata untuk membangun lingkungan pelayanan yang inklusif, sehingga penyandang disabilitas dapat memperoleh layanan yang ramah, setara, dan sesuai kebutuhan. Kegiatan ditutup dengan foto bersama seluruh peserta dan narasumber. (Syarah)
Bagikan Berita